085646415014
085646415014
085646415014
5A279C09

Penetasan Telur Jangkrik dengan Cara Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional

Penetasan Telur Jangkrik dengan Cara Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional

Dalam beternak, tentu ada yang namanya pengembangbiakan, demikian halnya dalam beternak jangkrik. Untuk mengembangbiakkan jangkrik, sudah pasti kita mesti menetaskan telur – telur jangkrik itu. Serta dalam sistem penetasan telur jangkrik ada cara-cara atau cara yang dapat dikerjakan. Nah di bawah ini penuturannya.

Penetasan Telur Jangkrik dengan Cara Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional

Penetasan Telur Jangkrik dengan Cara Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional

A. Penetasan telur jangkrik dengan cara Konvensional/tradisional

Penetasan telur jangkrik dengan langkah tersebut dikerjakan dengan memakai kotak penangkaran serta tanah atau pasir sebagai media penetasan. Tersebut langkah – langkahnya.

  • Pertama sediakan dulu kotak penangkaran jangkrik serta berikan alas plastik di bagian basic kotak supaya kotak tak gampang kropos serta rusak
  • Ke-2, sediakan media penetasan berbentuk tanah atau pasir yang telah diayak lembut. Masukan media ini kedalam kotak tadi hingga rata sampai ketebalannya lebih kurang 1, 5 cm
  • Masukan dedaunan kering seperlunya kedalam kotak. Ini mempunyai tujuan sebagai tempat jangkrik untuk bersembunyi sekalian untuk mencari makan
  • Sesudah semuanya siap, masukan sebagian jangkrik jantan serta betina dengan perbandingan 1 : 3 (satu jangkrik jantan berbanding 3 jangkrik betina)
  • Berikan makanan alami jangkrik seperlunya saja. Dapat berbentuk daun – daun muda, umbi – umbian, kacang – kacangan, serta buah – buahan yang lembab. Hal semacam ini dikerjakan supaya beberapa jangkrik terutama induk bakal senantiasa sehat, aktif serta banyak menghasilkan telur. Serta janganlah lupa untuk mengambil makanan jangkrik yang tersisa supaya tak membusuk serta mengotori kotak penangkaran
  • Check kotak penangkaran ini dengan cara teratur sehari-hari. Cermati sebagian induk jangkrik di dalamnya. Bila telah terdapat banyak yang mati, itu artinya telah ada telur jangkrik yang siap menetas didalam tanah media penetasan
  • Sesudah sepuluh hari, ambillah semuanya jangkrik yang masihlah hidup, serta pindahkan ke tempat lain
  • Semprot tanah dengan sedikit air supaya tetaplah lembab. Jangan pernah sangat banjir lantaran bisa mengakibatkan kerusakan telur. Sebelumnya lakukan penyemprotan, bersihkan dahulu media tanah dari daun – daun kering yang masihlah tersisa
  • Biasanya sesudah 13 hari bakal tampak sebagian bayi jangkrik (nimfa). Bila telah sekian, baiknya selekasnya pindahkan semuanya jangkrik dewasa didalam kotak penangkaran ke tempat lain. Ini dikerjakan dengan maksud supaya induk jangkrik tak mengonsumsi anak – anaknya lantaran jangkrik mempunyai karakter kanibal.

B. Penetasan telur jangkrik dengan cara tabur benih

Terkecuali memakai cara tradisional, anda dapat juga menetaskan telur jangkrik dengan cara tabur benih. Media penetasannya juga ada dua jenis, dapat memakai tanah, atau kain.
1. Media tanah

  • Sediakan nampan serta isi dengan tanah hingga ketebalan 1, 5 cm, serta yakinkan tanah itu dalam kondisi lembab. Anda dapat menyemprotnya dengan air kabut seperlunya
  • Taburkan telur jangkrik diatas tanah dengan cara merata
  • Sesudah ditabur rata, tutup rapat nampan tersebut
  • kelembapan tanah penetasan dengan menyemprotkan kabut air tiap-tiap dua hari sekali
  • Sesudah 13 hari, bakal tampak anakan jangkrik yang telah menetas di media penetasan.

2. Media handuk

  • Pertama sediakan 2 hingga 3 batu bata serta rendam di air sepanjang 60 menit. Lalu leburkan serta tempatkan kedalam kotak penetasan
  • kain atau handuk yang mempunyai serat halus, serta gelar diatas bubuk batu bata lembab tadi
  • Taburkan telur jangkrik diatas media kain dengan cara merata
  • Jagalah kelembabannya dengan menyemprotkan kabut air lembut pada media tiap-tiap 2 hari sekali
  • Sesudah 13 hari telur bakal menetas.
tags: , , , , , ,

Artikel lain Penetasan Telur Jangkrik dengan Cara Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional